Studi Komparatif Tentang Perbandingan Tingkat Pengamalan Ibadah

Perbandingan Tingkat Pengamalan Ajaran Agama Islam Antara Remaja Putus Sekolah

Semakin merosotnya akhlak warga Negara telah menjadi salah satu keprihatinan pemerintah dan masyarakat. Hal itu juga menjadi keprihatinan para pemerhati pendidikan, utamanya para pemerhati pendidikan Islam. Globalisasi kebudayaan sering dianggap sebagai salah satu penyebab kemorosotan akhlak tersebut.  Kemajuan filsafat, sains, dan teknologi telah menghasilkan kebudayaan yang semakin maju pula, dimana proses itu disebut globalisasi kebudayaan. Namun, kebudayaan yang semakin menglobal itu, ternyata sangat berdampak terhadap aspek moral.

            Dekadensi akhlak itu agaknya terjadi pada semua lapisan masyarakat. Meskipun demikian, pada lapisan remajalah dekadensi akhlak itu lebih nyata terlihat. Dekadensi dan pengikisan akhlak di kalangan remaja itu, adalah sebagai akibat dari beberapa hal antara lain; banyaknya rumah tangga yang kehilangan ketentraman, bahkan ada pejabat yang harus meninggalkan jabatannya disebabkan oleh kenakalan anak remajanya.

            Sementara itu, tujuan pendidikan formal, karena keterbatasan sarana dibanding jumlah anak didik yang menuntut tempat di sekolah, belum menyelesaikan masalah sebagian besar remaja Indonesia. Jika  asumsi tersebut benar, sebenarnya usaha untuk mendalami kaum remaja, hendaknya juga dimaksudkan untuk mengkondisikan suatu perubahan lingkungann luar tersebut sebagai suatu variabel yang dominan dalam pembentukan kaum remaja. Read the rest of this entry »

Advertisements

Konsep Pendahuluan : Eksistensi Sekolah/Madrasah

Tidak dapat dipungkiri bahwa  kehadiran Undang – Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang otonomi daerah dan PP Nomor 25 Tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan Propinsi berpengaruh terhadap pendidikan dari sisi pengelolaan sebagaimana dikemukakan oleh Yusuf Hadi Miarso  sebagai berikut :

Pemberlakuan Undang – Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang otonomi daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan Propinsi sebagai daerah otonom berpengaruh besar terhadap sektor pendidikan. Hal ini terlihat dari sisi pengelolaan pendidikan diarahkan pada manajemen berbasais sekolah. Konsep kebijakan ini memberikan otonomi lebih besar kepada warga sekolah ( guru, kepala sekolah, orang tua dan masyarakat ) untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional. Read the rest of this entry »

Konsep Tradisi dalam Bahasa dan Istilah

Tradisi dalam Bahasa dan Istilah

Tradisi  adalah  sebuah  kata  yang  sangat  akrab  terdengar  dan  terdapat  di segala bidang. Tradisi  menurut  etimologi  adalah  kata  yang  mengacu  pada  adat  atau  kebiasaan  yang  turun  temurun,  atau  peraturan  yang  dijalankan  masyarakat.[1]  Secara  langsung,  bila  adat  atau  tradisi  disandingkan  dengan  stuktur  masyarakat  melahirkan   makna  kata  kolot,  kuno,  murni  tanpa  pengaruh,  atau  sesuatu  yang  dipenuhi  dengan   sifat  takliq. Read the rest of this entry »

Jenis dan Fungsi Perpustakaan

 

Perpustakaan

Untuk melengkapi artikel mengenai Perpustakaan sebelumnya, maka artikel kali ini adalah mengenai jenis-jenis perpustakaan serta fungsi perpustakaan secara umum. Adapun Jenis-jenis perpustakaan yang terdapat di Indonesia, dapat disebutkan antara lain ;

  • Perpustakaan Internasional

“Perpustakaan   Internasional   adalah  perpustakaan yang didirikan oleh 2 negara atau lebih, atau perpustakaan yang merupakan bagian sebuah organisasi internasional”, yang keberadaannya dapat dimanfaatkan oleh seluruh negara yang menjadi anggota perpustakaan tersebut.[1] Dalam buku yang sama disebutkan bahwa perpustakaan semacam ini baru muncul sekitar tahun-tahun pertama abad ke 20. Read the rest of this entry »

Definisi dan Pengertian Perpustakaan

Dunia Buku PerpustakaanDarmono mengemukakan bahwa Perpustakaan pada hakekatnya adalah pusat sumber belajar dan sumber informasi bagi pemakainya. Perpustakaan dapat pula diartikan sebagai tempat kumpulan buku-buku atau tempat buku-buku dihimpun dan diorganisasikan sebagai media belajar siswa.[1] Wafford menterjemahkan perpustakaan sebagai salah satu organisasi sumber belajar yang menyimpan, mengelola dan memberikan layanan bahan pustaka baik buku maupun non buku kepada masyarakat tertentu maupun masyarakat umum.[2]
Ibnu Ahmad Saleh memberikan definisi perpustakaan adalah tempat pengumpulan pustaka atau kumpulan pustaka yang diatur dan disusun dengan sistem tertentu, Read the rest of this entry »

« Older entries

%d bloggers like this: