Studi Komparatif Tentang Perbandingan Tingkat Pengamalan Ibadah

Perbandingan Tingkat Pengamalan Ajaran Agama Islam Antara Remaja Putus Sekolah

Semakin merosotnya akhlak warga Negara telah menjadi salah satu keprihatinan pemerintah dan masyarakat. Hal itu juga menjadi keprihatinan para pemerhati pendidikan, utamanya para pemerhati pendidikan Islam. Globalisasi kebudayaan sering dianggap sebagai salah satu penyebab kemorosotan akhlak tersebut.  Kemajuan filsafat, sains, dan teknologi telah menghasilkan kebudayaan yang semakin maju pula, dimana proses itu disebut globalisasi kebudayaan. Namun, kebudayaan yang semakin menglobal itu, ternyata sangat berdampak terhadap aspek moral.

            Dekadensi akhlak itu agaknya terjadi pada semua lapisan masyarakat. Meskipun demikian, pada lapisan remajalah dekadensi akhlak itu lebih nyata terlihat. Dekadensi dan pengikisan akhlak di kalangan remaja itu, adalah sebagai akibat dari beberapa hal antara lain; banyaknya rumah tangga yang kehilangan ketentraman, bahkan ada pejabat yang harus meninggalkan jabatannya disebabkan oleh kenakalan anak remajanya.

            Sementara itu, tujuan pendidikan formal, karena keterbatasan sarana dibanding jumlah anak didik yang menuntut tempat di sekolah, belum menyelesaikan masalah sebagian besar remaja Indonesia. Jika  asumsi tersebut benar, sebenarnya usaha untuk mendalami kaum remaja, hendaknya juga dimaksudkan untuk mengkondisikan suatu perubahan lingkungann luar tersebut sebagai suatu variabel yang dominan dalam pembentukan kaum remaja.

            Sistem  nilai merupakan sumber utama dari sistem norma suatu kelompok sosial di samping kondisi objektif masyarakat itu sendiri, umpamanya unsur-unsur budaya yang sudah terbentuk karena suatu sistem norma dan sudah membentuk rangkaian keseluruhan dari suatu sistem norma yang baru. Di atas sistem normalah seseorang atau sekelompok orang termasuk kaum remaja akan menyusun pola kehidupannya untuk melaksanakan suatu kegiatan operasional dalam berbagai bidang kehidupan.

            Pengaruh lingkungan luar sekolah dan rumah dilihat dari frekuensi dan jumlah waktu, serta komprehensipnya masalah sangat besar dan menjalani pola-pola tertentu. Pengaruh  yang disebut dengan interaksi sosial,  terjadi baik dalam arti positif maupun dalam arti negatif. Bidang-bidang tempat interaksi terjadi terutama terdapat dalam bidang sistem norma, organisasi ekonomi, kekuasaan, dan organisasi pendidikan.

            Usaha pembinaan kesadaran, perumusan bersama suatu kebijaksanaan  strategis, dan pembaruan operasional dapat mengatasi interaksi sosial yang negatif dengan antara lain mengadakan pembaruan di bidang pendidikan formal dan  non formal, kegiatan keagamaan, usaha perbaikan lingkungan sosial, tipe-tipe ideal, dan publik figur, serta di bidang kegiatan kebudayaan dan kesenian.

            Problematika remaja saat ini, tentunya dilatarbelakangi oleh berbagai aspek, yang antara lain; latar belakang pendidikan dan status sosial. Ramaja yang masih sekolah dan remaja yang sudah putus sekolah, pastinya memiliki perbedaan dalam kepribadian, utamanya dalam pengamalan ajaran agama (Islam). Perbedaan tersebut terjadi karena, remaja yang masih sekolah sedikitnya masih mempunyai  kendali dan lingkungan pergaulannya, setidaknya masih terarah. Tapi bagi remaja yang putus sekolah, sudah tidak lagi mendapatkan suasana yang kondusif seperti yang masih sekolah.

            Fenomena remaja yang digambarkan di atas,  seolah-olah tidak dapat diatasi lagi dan terjadi dalam hampir aspek kehidupan, baik yang bersifat duniawi maupun yang bersifat ukhrawi. Dengan  kecanggihan dunia saat ini, memunculkan asumsi pada sebagian remaja bahwa pengamalan ajaran agama hanya khusus bagi orang-orang tua. Bagi remaja  bahwa kehidupan masa muda muda perlu untuk dinikmati, dan bukan dimatikan dengan ajaran-ajaran agama. Sehingga,  banyak dikalangan remaja, misalnya pada bulan Ramadhan  enggan untuk berpuasa atau malu untuk harus selalu dimasjid. Hal ini disebabkan oleh tren dikalangan remaja bahwa jika pada masa remaja sudah harus berkecimpung dalam masalah-masalah agama maka akan ketinggalan zaman. Apa lagi bagi remaja yang putus sekolah, mereka dengan mudah mengikuti tren yang sedang mengemuka, walaupun bertentangan dengan nilai dan norma khususnya agama. Sebab, mereka sulit menerima dan menganalisa setiap perkembangan yang ada dengan logika mereka.

%d bloggers like this: