Sebuah Pengantar Pendidikan

Aktualisasi Metode Pendidikan Islam Pada Anak Usia Dini

Sejak awal manusia telah memiliki sifat berkehendak untuk maju dan lebih baik. Hal ini merupakan kodrat manusia yang fitrah sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang dianugerahi nafsu dan akal. Maka dari itu timbulah gagasan untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik dan pengembangan serta pemeliharaan potensi-potensi kemanusiaan sebagai makluk yang beradab. Keinginan manusia untuk melakukan inovasi dalam kehidupan pada gilirannya melahirkan gagasan-gagasan atau konsep hidup yang lebih baik, kemampuan konsepsional yang demikian berpusat pada pengembangan kecerdasan manusia itu sendiri. Oleh karena daya faktor manusia menjadi penggerak daya. Daya lainnya untuk menciptakan peradaban dan kebudayaan yang makin maju pula.

Kemajuan kebudayaan menusia bukanlah suatu hal yang bersifat kebetulan, melainkan melalui proses pembelajaran yang panjang, sejak lahir dan seterusnya baik melalui lembaga formal, informal, maupun nonformal, dalam hal ini lingkungan dan masyarakat.

Pada dasarnya orientasi pembelajaran dan pendidikan itu didasarkan pada tiga hal pokok, yaitu :

    1. Pendidikan yang berhubungan dengan pengetahuan melalui hubungan manusia dan pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
    2. Atau pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama manusia. dan,
    3. Pengetahuan tentang hubungan manusia dengan alam sekitarnya yang mencakup seluruh aspek kehidupan seperti tumbuh-tumbuhan, hewan serta berbagai unsur alamiah lainnya.[1]

Maka ketiga hal pokok di atas dapat dikatakan sebagai prinsip dasar pendidikan untuk meningkatkan daya cipta, daya karsa, dan daya raksa manusia sebagai manusia sosial dalam masyarakat. Oleh karena pendidikan dan masyarakat terjadi proses saling mempengaruhi maka dalam proses perkembangan kebudayaan, manusia bisa menciptakan bentuk-bentuk kebudayaan yang dinamis. Bahkan pendidikanlah yang telah menjadi pendobrak keterbelakangan umat manusia.

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa pendidikan menjadi hal yang penting dalam rangka meningkatkan peradaban manusia. Pendidikan baik formal, informal, maupun nonformal akan sangat mempengaruhi hidup dan kehidupan seseorang baik pengaruh negatif maupun pengaruh positif. Pendidikan yang baik akan menghasilkan hasil yang baik pula, begitu sebaliknya. Untuk mendapatkan hasil yang baik maka dibutuhkan cara-cara yang sistematis dan terarah dalam proses pendidikan itu sendiri, atau dengan kata lain apabila kita mengharapkan hasil yang baik maka dibutuhkan metode yang baik pula. Karena metode formal yang baik merupakan salah satu kunci kesuksesan pendidikan. Menyadari akan urgensinya pendidikan dalam kehidupan ini sudah semestinya pendidikan mendapat perhatian yang serius.

Berbicara masalah metode pendidikan khususnya Metode Pendidikan Islam maka kita akan menemukan berbagai metode di antaranya metode ceramah, metode diskusi, demonstrasi, dan bermain, yang digunakan secara umum. Dalam penerapannya metode pendidikan Islam tidak berbeda dengan metode pendidikan yang biasa diterapkan pada ilmu pendidikan lainnya. Sebagai seni mentransfer ilmu metode pendidikan Islam memilih bentuk yang sistematis untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan proses belajar guna mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sebagaimana metodologi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang menyebutkan bahwa metodologi adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan guna mencapai tujuan yang telah ditentukan.[2] Singkatnya metode dapat dikatakan sebagai upaya yang terencana, terarah, dan sistematis untuk mencapai target dengan hasil yang maksimal. Dari pengertian ini dapat kita simpulkan bahwa metode mengandung arti adanya urutan kerja yang terarah, terencana, dan sistematis, dan merupakan hasil kerja manusia dalam eksperimen ilmiahnya guna mencapai tujuan yang telah direncanakan.

Dalam upaya mencapai tujuan pendidikan yang sempurna maka berbagai upaya, cara, atau metode telah digunakan. Penggunaan metode diharapkan dapat memberikan kemudahan untuk mengkomunikasikan materi pendidikan kepada peserta didik. Selain itu juga metode pendidikan itu sendiri diharapkan dapat memberikan kemudahan pemahaman materi yang diajarkan. Upaya untuk menjelaskan dan memberikan pengertian serta pemahaman kepada orang lain tidaklah semudah teori dan perkiraan kita. Hal ini dikarenakan setiap orang tidaklah sama tingkat kecerdasannya. Oleh karena itu dalam penggunaan metode pengajaran haruslah sesuai dengan standar petunjuk pengajaran yang baik. Metode-metode yang baik sangatlah penting, khususnya metode pengajaran pada anak usia dini, karena masa kanak-kanak merupakan masa yang paling penting dan kritis dalam pertumbuhan dan perkembangan hidup manusia baik dari segi fisik maupun emosinya. Masa ini pula merupakan masa yang penting bagi penanaman nilai-nilai kebaikan pada individu sehingga kelak menjadi individu yang berkarakter.

Oleh karena itu sejak usia dini perlu diajarkan pendidikan karakter dan keterampilan hidup yang baik agar kelak menjadi manusia berkualitas yang mandiri dan bermoral yang baik. Karakter yang berkualitas baik perlu dibentuk dan dibina sejak dini. Usia dini merupakan masa kritis bagi pembentukan karakter seseorang. Kegagalan penanaman karakter dimasa usia dini akan membentuk pribadi yang bermasalah dimasa dewasa kelak. Untuk mengetahui bagaimana pembentukan karakter pada seorang anak khususnya anak usia dini dalam proses belajar mengajar melalui penerapan metode pendidikan Islam.

 


[1] Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam II (IPI); Untuk Fakultas Tarbiyah Komponen MKK, (Bandung : CV. Pustaka  Setia, 1997), hal. 9.

[2] Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi III, (Jakarta : Balai Pustaka, 2001), h. 740

%d bloggers like this: