Landasan KBK

Ada beberap jenis landasan yang digunakan dalam pengembangan kurikulum (KBK). Menurut Tylor (1949), landasan kurikulum terdiri dari landasan filosofis, sosial budaya dan psikologis. Pendapat tersebut serupa dengan yang dikemukakan Murray Print (1993) bahwa landasan kurikulum terdiri dari landasan filosofis, sosial budaya, dan psikologis, perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan terakhir, beliau menambahkan atau melengkapi landasan tersebut dengan landasan manajemen. Penyusunan model desain kurikulum berdasarkan kompotensi akan mengacu kepada landasan kurikulum berbasis kompetensi yaitu:

  1. Landasan Filosofis.  Filsafat merupakan suatu sistem yang dapat menentukan arah hidup dan serta menggambarkan nilai-nilai apa yang paling dihargai dalam hidup seseorang. Proses pentingnnya mendidik anak agar menjadi manusia yang baik pada hakekatnya ditentukan oleh nilai-nilai, cita-cita atau filsafat yang dianut negara, juga guru, orang tua, masyarakat bahkan dunia. Perbedaan filsafat dengan sendirinya akan menimbulkan perbedaan dalam tujuan pendidikan, bahan pelajaran yang disajikan, mungkin juga cara mengajar dan penilainnya. Kurikulum mempunyai hubungan yang erat dengan filsafat bangsa dan negara terutama dalam menentukan manusia yang dicita-citakan sebagai tujuan yang ingin dicapai melalui pendidikan. Filsafat inilah yang harus dimiliki oleh seorang guru, agar dapat membentuk pandangan hidup yang benar, karena dalam filsafat terhandung gambaran tentang masyarakat yang akan dibangun, manusia apakah yang harus dibentuk, kurikulum apakah yang akan digunakan.
  2. Landasan Psikologis.  Kurikulum harus dipandang sebagai suatu sistem yang di dalamnya merupakan reaksi terhadap proses yang ditentukan oleh orang dewasa dengan memperhatikan kebutuhan dan minat anak. Para ahli pengembangan kurikulum selalu menjadikan anak sebagai salah satu pokok pemikiran, agar anak dapat belajar, dapat menguasai sejumlah pengetahuan, dapat mengubah sikapnya, dapat menerima norma-norma, dan dapat menguasai sejumlah ketrampilan. Guru mengajar menurut apa yang diperkirakannya akan memberikan hasil yang baik dan ini sering dilakukan dengan menggunakan berbagai teori belajar. Teori belajar dijadikan dasar bagi proses belajar mengajar, dengan demikian ada hubungan yang erat antara kurikulum dengan psikologi belajar dan psikologi anak.
  3. Landasan Sosial Budaya. Landasan ini berkenaan dengan keadaan masyarakat, perkembangan dan perubahannya, berupa pengetahuan dan lain-lain. Seperti yang kita ketahui bahwa anak tidak hidup sendiri, ia selalu hidup dengan masyarakat. Di situ ia harus memenuhi tugas-tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab, baik sebagai anak maupun sebagai anak dewasa kelak. Ia banyak menerima jasa dari masyarakat dan ia sebaliknya harus menyumbangkan baktinya bagi kemajuan maasyarakat. Tuntutan masyarakat tidak dapat diabaikannya, tiap masyarkat mempunyai norma-norma, adat kebiasaan, yang tidak dapat tidak harus dikenal dan diwujudkan anak dalam pribadinya lalu dinyatakan dalam kelakuannya. Tiap masyarakat berlainan corak nilai-nilai yang dianutnya. Tiap anak akan berbeda latar belakang kebudayaannya. Perbedaan ini harus dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum.
  4. Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Landasan ini berkenaan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni. Salah satu ciri masyarakat adalah selalu berkembang. Masyarakat yang berkembang karena dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memiliki pengaruh cukup kuat pada pengembangan kurikulum, terutama teknologi industri, transportasi, komunikasi, telekomunikasi dan elektronik yang menyebabkan masyarakat berkembang sangat cepat menuju masyarakat terbuka, masyarakat informan dan global. Perubahan ini akan mempengaruhi perkembangan setiap individu warga masyarakat, mempengaruhi pengetahuan, kecakapan, sikap, aspirasi, minat, semangat, kebiasaan bahkan pola-pola hidup mereka.
  5. Landasan Organisatoris. Landasan ini berkenaan dengan bentuk dan organisasi bahan pelajaran yang di sajikan. Bagaimana pelajaran akan disajikan ? Apakah dalam bentuk mata pelajaran yang terpisah-pisah ataukah diusahakan adanya hubungan antara pelajaran yang diberikan, misalnya dalam bentuk broadfield  atau bidang studi seperti yang dilaksanakan di Indonesia pada saat ini.

 Dapat dicermati berdasar atas landasan pengembangan kurikulum KBK di atas maka tujuan kegiatan siswa diharapkan dan lebih ditekankan pada pengembangan sikap dan perilaku agar berguna dalam suatu kehidupan masyarakat yang demokratis.

Artikel Terkait :

%d bloggers like this: