Konseling dan Prestasi Belajar

Hakikat manusia dan manusia seutuhnya memberikan gambaran mengenai tuntutan terhadap perikehidupan manusia dan potensi yang ada pada diri manusia. Manusia dituntut untuk mampu mengembangkan dan menyesuaikan diri terhadap masyarakat.dan untuk itu memang manusia telah dilengkapi dengan berbagai potensi, baik potensi yang berkenaan dengan keindahan dan ketinggian derajat kemanusiaannya maupun yang berkenaan dengan dimensi kemanusiaannya itu, yang memungkinkannya untuk memenuhi tuntutan masyarakat tersebut. Pemenuhan terhadap tuntutan perkembangan masyarakat sekaligus memerlukan pengembangan individu warga masyarakat secara serasi, selaras dan seimbang.

 Sebagaimana telah dikemukakan, bahwa pengembangan kemanusiaan seutuhnya hendaknya mencapai pribadi-pribadi peserta didik  yang pendiriannya matang, dengan kemampuan sosial yang menyejukkan, kesusilaan yang tinggi, dan keimanan serta ketakwaan yang dalam.

Untuk hal tersebut, maka konseling memberikan peranan yang sangat penting. Terlebih lagi dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pentingnya konseling dilakukan kepada peserta didik disekolah. Faktor-faktor tersebut, yaitu :

  1. Pada diri individu terdapat masa–masa kritis dalam tiap masa perkembangan individu, terutama dalam masa remaja.
  2. Pada kondisi luar individu seperti kondisi teknologi yang berkembang pesat, kondisi nilai-nilai demokratis, nilai-nilai humanistik, nilai-nilai etika pergaulan, kondisi struktural dan kebidangan dalam  dan lapangan kerja (Andi Mappiare, 1984).

Labih lanjut lagi, S. Narayana mengemukakan pentingnya Konseling disebabkan oleh beberapa indikator, yakni :

Konseling sangat diperlukan karena factor-faktor seperti kepesatan industrialisasi, peningkatan pengetahuan, ledakan penduduk, urbanisasi, pergolakan ekonomi, inovasi-inovasi, teknologi, ketidak seimbangan ekologi, kompetisi berlebihgan, birokrasi impersonal, pertambahan pesat konsumsi sumber-sumber daya, ketakutan akan datangnya bencana alam, dan sebagainya.

 Bruce Shertzer dan Shelly C. Stone, mengemukakan ada beberapa faktor yang menyebabkan pentingnya Konseling dilakukan bagi peserta didik di Sekolah, sebagai upaya meningkatkan prestasi siwa,adalah :

  1. Dalam menghadapi saat – saat krisis yang dapat terjadi, misalnya kurangnya belajar, kegagalan sekolah, kegagalan pergaulan, penyalahgunaan obat terlarang.
  2. Adanya kesulitan pemahaman diri dan lingkungan untuk arah diri dan pengambilan keputusan dalam sekolah, dan pergaulan sosial.
  3. Mencegah sedapat mungkin kesulitan yang dihadapi dalam pergaulan seksual.
  4. Dalam menopang kelancaran perkembangan individual siswa seperti perkembangan kemandirian, percaya diri,citra-diri, perkembangan karir dan perkembangan akademik (Bruce Shertzer dan Shelly C. Stone, 1974).

Adapun pentingnya konseling dilakukan bagi peserta didik, menurut C.H Patterson, disebabkan pada beberapa ciri khas,

  1. Konseling berurusan dengan upaya mempengaruhi perubahan tingkah laku secara sadar pada klien.
  2. Tujuan konseling adalah mendapatkan kondisi-kondisi yang memudahkan perubahan secara sadar.
  3. Sebagaimana dalam semua hubungan, terdapat pembatasan-pembatasan tertentu bagi konseling.
  4. Kondisi-kondisi yang memudahkan perubahan tingkah laku diperoleh melalui interviu-interviu.
  5. Mendengarkan dengan penuh perhatian berlangsung dalam konseling.
  6. Konselor memahami kliennya.
  7. Keberadaan konseling bersifat pribadi (privacy) dan diskusi atau pembicaraan bersifat rahasia, dasarnya bersifat rahasia (comfidential). (C.H Patterson, 1967)

 Kenyataan yang sering dijumpai adalah keadaan pribadi yang kurang berkembang dan rapuh, kesosialan yang panas dan sangar, kesusilaan yang rendah, dan keimanan serta ketakwaan yang dangkal. Sehubungan dengan hal itu dalam proses pendidikan banyak dijumpai permasalahan yang dialami oleh siswa selaku peserta didik. Hal ini mengakibatkan potensi yang terdapat pada diri mereka tidak berkembang secara optimal, siswa yang berbakat tidak dapat mengembangkan bakatnya, siswa yang kecerdasannya tinggi kurang mendapatkan rangsangan dan fasilitas pendidikan sehingga bakat dan kecerdasan yang merupakan karunia Tuhan yang tak ternilai harganya itu menjadi terbuang sia-sia. Siswa yang kurang beruntung tidak memiliki bakat tertentu dan yang kecerdasan tidak cukup tinggi lebih tersia-sia lagi perkembangannya. Pelayanan khusus kepada siswa kurang diberikan sehingga mereka makin tidak mampu mengejar tuntutan pelajaran pada tingkat yang lebih rendah sekalipun.

Tingkat kenakalan remaja dan perkelahian pelajar yang semakin meningkat menunjukkan gejala kurang berkembangnya dimensi sosial dan dimensi kesusilaan para siswa. Demikian juga kurangnya penghayatan terhadap nilai-nilai ketuhanan dan praktek-praktek kehidupan yang tiada didasarkan atas kaidah-kaidah agama menggambarkan kurang mantapnya pengembangan dimensi keagamaan. Permasalahan yang banyak terjadi di masyarakat, seperti pertengkaran antar warga masyarakat, rendahnya disiplin kerja, pengangguran, pencurian, perjudian, kumpul kebo, dan sebagainya merupakan gejala rendahnya pengembangan dimensi kemanusiaan.

Adapun sumber permasalahan yang dihadapi oleh siswa diantaranya adalah masalah yang berada diluar diri mereka sendiri yakni sikap orang tua dan anggota keluarga,keadaan keluarga secara keseluruhan,pengaruh film televisi–video, iklim kekerasan dan kekurangan kedisiplinan yang berlangsung di masyarakat, kelompok-kelompok sebaya yang bertindak menyimpan dari berbagai faktor negatif lainnya dalam kehidupan sosial diluar sekolah semuanya menunjang timbulnya masalah pada anak-anak yang keberadaan mereka berpredikat sebagai pelajar.

Meskipun demikian, cukup disadari pula bahwa suasana kelas dan sekolah secara keseluruhan yang kering dan mandul, hubungan murid-murid dan guru yang rapuh dan keras, merajalelanya ketidak acuan, tuntutan akan kepatuhan yang mutlak dan peniruan yang membabi buta persaingan yang tidak sehat, pola tingkah laku yang serba tunggal dan tiada demokratis, dan lain sebagainya, semuanya akan menjegal kesehatan mental anak didik. Persoalan di atas membutuhkan pemecahan yang sangat serius dalam membangun sumber daya manusia bangsa Indonesia. Konseling adalah merupakan jawaban dari permasalahan yang ditimbulkan akibat berbagai faktor sebagai dampak dari lajunya Ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini. Oleh karena itu konseling telah mengarahkan dalam rangka menemukan pribadi siswa. Hal ini dimaksudkan untuk membantu siswa mengenal kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya sendiri. Dalam proses konseling, konselor/guru BK mengarahkan dan membantu siswa  agar dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan  sosial, ekonomi budaya serta alam yang ada. Oleh karena itu pentingnya konseling terhadap siswa  sebagai upaya untuk membimbing siswa agar dapat merencanakan masa depan untuk mempersiapkan diri membangun karir yang lebih cerah dan gemilang di masa mendatang.

%d bloggers like this: