Pendidikan dan Disiplin Anak

Masalah pendidikan yang terjadi di Indonesia saling terpaut antara satu dengan masalah yang lainnya, masalah tersebut seperti rendahnya mutu pendidikan, masalah narkoba, putus sekolah dan banyak masalah lagi baik yang berasal dari lingkungan itu sendiri maupun dari dalam diri seorang pelajar. Tidak dapat di pungkiri bahwa mutu pendidikan kita jadi salah satu yang paling rendah di dunia, akibatnya daya saing SDM untuk mendapatkan pekerjaan didunia internasional rendah, tatanan dari perguruan kita kalah bersaing dengan tatanan perguruan tinggi diluar negeri.

Disadari atau tidak, masalah – masalah pendidikan seperti diatas disebabkan oleh kurang atau tidak adanya disiplin belajar anak. Kebanyakan anak tidak mempunyai disiplin belajar di rumah, sepulang sekolah mereka sama sekali tidak pernah menyentuh buku pelajaran, mereka tidak berkeinginan untuk mempelajari kembali apa yang mereka dapatkan di sekolah., mereka lebih suka bermain dan pada malam harinya hanya menonton televisi hingga larut malam. Tidak ada dorongan dalam diri anak untuk mengerti bahwa disiplin belajar yakni mengulang kembali pelajaran sekolah di rumah secara rutin sangat penting. Mereka hanya membaca atau belajar kembali kalau besok akan mengadakan ujian. Jadi mereka belajar hanya untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian. Intinya mereka hanya bisa menghafal namun tidak mengerti dan setelah selesai ujian mereka tidak tahu apa – apa. Ketika tidak ada kemauan untuk berdisiplin belajar, orang tua hanya sibuk dengan urusan pekerjaanya, orang tua tidak mau tahu dengan kondisi anak yang membutuhkan bimbingan. Orang tua hanya bertanggung jawab untuk melunasi uang sekolah, membeli buku pelajaran dan memberi uang jajan yang cukup sedangkan untuk soal disiplin belajar anak di abaikan.

Sekiranya para anak belajar di rumah, mereka akan berprestasi disekolah, dalam jangka pendek akan menguasai materi pelajaran dikelas, siap menerima pelajaran selanjutnya dan mereka akan mampu melaksanakan ujian harian maupun ujian kenaikan kelas. Dalam jangka panjang mereka akan lebih nyaman menggapai cita – cita yang diimpikan, tingkah laku mereka juga berubah kearah yang lebih baik, dan dapat dipastikan bahwa mereka akan memiliki kemungkinan besar berhasil dalam hidup. Tetapi pada kenyataannya banyak anak yang memiliki kesulitan belajar di rumah disebabkan karena malas anak tersebut untuk belajar dan kalaupun belajar pasti tidak akan serius. Mereka lebih suka menonton dan bermain. Penyebab adanya masalah kesulitan belajar anak ini, antara lain, lingkungan belajar di rumah yang tidak nyaman, tidak adanya peran orang tua dalam memberikan dorongan dan bimbingan kepada anak, sehingganya anak tidak memiliki minat belajar dan tidak mempunyai cita – cita.

%d bloggers like this: