Pekerja Seks Komersial (PSK)

Pengertian Pekerja Seks Komersial

PSK adalah para pekerja yang bertugas melayani aktivitas seksual dengan tujuan untuk mendapatkan upah atau imbalan dari yang telah memakai jasa mereka tersebut (Koentjoro, 2004:26). Di beberapa negara istilah prostitusi dianggap mengandung pengertian yang negatif. Di Indonesia, para pelakunya diberi sebutan Pekerja Seks Komersial (PSK). Ini artinya bahwa para perempuan itu adalah orang yang tidak bermoral karena melakukan suatu pekerjaan yang bertentangan dengan nilai-nilai kesusilaan yang berlaku dalam masyarakat. Karena pandangan semacam ini, para pekerja seks mendapatkan cap buruk (stigma) sebagai orang yang kotor, hina, dan tidak bermartabat. Tetapi orang-orang yang mempekerjakan mereka dan mendapatkan keuntungan besar dari kegiatan ini tidak mendapatkan cap demikian. Jika dilihat dari pandangan yang lebih luas. Kita akan mengetahui bahwa sesungguhnya yang dilakukan pekerja seks adalah suatu kegiatan yang melibatkan tidak hanya si perempuan yang memberikan pelayanan seksual dengan menerima imbalan berupa uang. Tetapi ini adalah suatu kegiatan perdagangan yang melibatkan banyak pihak. Jaringan perdangan ini juga membentang dalam wilayah yang luas, yang kadang-kadang tidak hanya di dalam satu negara tetapi beberapa negara.

Perlu diakui bahwa eksploitasi seksual, pelacuran dan perdagangan manusia semuanya adalah tindakan kekerasan terhadap perempuan dan karenanya merupakan pelanggaran martabat perempuan dan adalah pelanggaran berat hak asasi manusia. Jumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) meningkat secara dramatis di seluruh dunia karena sejumlah alasan ekonomis, sosial dan kultural.

Dalam kasus-kasus tertentu perempuan yang terlibat telah mengalami kekerasan patologis atau kejahatan seksual sejak masa anak. Lain-lainnya terjeremus ke dalam pelacuran untuk mendapat nafkah cukup untuk diri sendiri atau keluarganya. Beberapa mencari sosok ayah atau relasi cinta dengan seorang pria. Lain-lainnya mencoba melunasi utang yang tak masuk akal. Beberapa meninggalkan keadaan kemiskinan di negeri asalnya, dalam kepercayaan bahwa pekerjaan yang ditawarkan akan mengubah hidup mereka. Jelaslah bahwa eksploitasi perempuan yang meresapi seluruh dunia adalah konsekuensi dari banyak sistem yang tidak adil.

Banyak perempuan PSK yang berperan sebagai pelacur dalam dunia pertama datang dari dunia kedua, ketiga dan keempat. Di Eropa dan di tempat lain banyak dari mereka diper-dagangkan dari negeri lain untuk melayani permintaan jumlah pelanggan yang meningkat. Perbudakan manusia tidak baru. Organisasi Internasional Pekerja (ILO) menaksir 12.3 juta orang diperbudak dalam kerja paksa dan 2.4 juta dari mereka adalah kurban “industri” perdagangan, dan penghasilan tahunannya ditaksir sejumlah $10 milyar.

Dalam dunia protitusi yang ada hal-hal yang menyebabkan terjadinya kegiatan tersebut, karena banyak orang-orang yang orientasi hidunya pada materi. Karena tingginya aspirasi terhadap materi, maka pelacuran yang berhasil mengumpulkan banyka materi menjadi model atau contoh. Modeling adalah salah satu cara sosialisasi pelacuran yang mudah dilakukan dan efektif. Modeling biasanya bermula dari perasaan bangga kepada mereka yang bekerja sebagai PSK. Terdapat banyak pelacuran yang telah berhasil mengumpulkan kekayaan di komunitas yang menghasilkan PSK, sehingga mereka yang berada di lokalisai dengan mudah dapat menemukan model yang diinginkan. (Koentjoro, 2004:135)

3 Comments

  1. Citra Taslim said,

    March 12, 2012 at 10:29 am

    Selalu menarik membahas soal PSK.
    Perdagangan manusia bukan hal baru tapi hingga kini belum juga terselesaikan. Selama himpitan ekonomi dan nafsu masih ada maka bisnis ini masih akan subur.

    • Dewasastra said,

      March 12, 2012 at 11:20 am

      Untuk memberantasnya mmg susah, krna pada dsrnya mereka melakukan itu semua dgn alasan kebutuhan hidup..

      makasih atas kunjungannya..🙂

  2. eraha said,

    March 13, 2012 at 4:49 pm

    wah,,pembahasan yang lengkap dan menarik,, PSK ga bisa diberantas karena pekerjaan ini sagatlah mudah, cukup dengan bakat alami yang (pasti) ada di setiap manusia normal,,,ga perlu kursus atau sekolah tinggi2,,,hehehe

    kunjungan balik ni
    makasih uda berkunjung ke:
    http://anyamkata.wordpress.com/


%d bloggers like this: