Pajak dan Jenisnya

Jenis Pajak

Jenis-jenis pajak digolongkan menjadi 3 (tiga) macam (Waluyo dan Wirawan, 2002 : 13-14), yaitu menurut sifat, golongan, dan lembaga pemungutannya yaitu :

  • Menurut Golongan

Pajak Langsung (Direct Tax)

Adalah pajak yang dipungut secara berkala dimana pembebanannya tidak dapat dilimpahkan kepada pihak lain, tetapi harus menjadi beban langsung Wajib Pajak yang bersangkutan secara ekonomi. Contoh : Pajak Penghasilan.

Pajak Tidak Langsung (Indirect Tax)

Adalah pajak yang dipungut tidak secara berkala dan tidak langsung dimana  pembebanannya dapat dilimpahkan kepada pihak lain. Pemungutannya bersifat insidentil. Contoh : Pajak Pertambahan Nilai

  • Menurut Sifat

Pembagian pajak menurut sifatnya dimaksudkan pembedaan dan pembagiannya berdasarkan ciri-ciri prinsip :

Pajak Subyektif. Adalah pajak yang berpangkal atau berdasarkan pada subyeknya yang selanjutnya dicari syarat obyektifnya, dalam arti memperhatikan keadaan diri Wajib Pajak. Contoh : Pajak Penghasilan.
Pajak Obyektif. Adalah pajak yang berpangkal atau berdasarkan pada obyeknya, tanpa memperhatikan keadaan diri Wajib Pajak. Contoh : Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah

  • Menurut Pemungut dan Pengelolanya

>>Pajak Pusat. Adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara. Contoh : Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Bumi dan Bangunan, dan Bea Materai.

>>Pajak Daerah. Adalah pajak yang dipungut oleh Pemerintah Daerah Tingkat I dan Tingkat II dan digunakan untuk membiayai rumah tangga Daerah Otonom Tingkat I dan Tingkat II. Pajak daerah dapat dibagi menjadi 2 (dua) yaitu : a) Pajak Daerah Tingkat I (propinsi) Contoh : Pajak Kendaraan Bermotor dan kendaraan di Atas Air. b) Pajak Daerah Tingkat II (kotamadya/kabupaten) Contoh : Pajak Reklame, Pajak Hiburan.

Secara ekonomis, untuk membedakan pajak langsung dengan pajak tidak langsung, dapat dilihat adanya 3 (tiga) unsur, yaitu :

  1. Penanggung jawab pajak (tax payer), adalah orang yang secara formil yuridis diharuskan melunasi pajak, bila padanya terdapat faktor/kejadian yang menimbulkan sebab untuk dikenakan pajak.
  2. Penanggung pajak adalah orang yang dalam faktanya dalam arti ekonomis memikul beban pajak.
  3. Pemikul beban pajak adalah orang yang menurut maksud pembuat Undang-Undang harus memikul beban pajak (destinatiris).

Mungkin anda tertarik dengan Informasi PAJAK lainnya :

Definisi Pajak

Pajak dan Fungsinya

6 Comments

  1. rowmanisme said,

    March 6, 2012 at 1:17 pm

    Kayak dirjen pajak aja mas🙂
    Salam kenal ya….

    • dewasastra said,

      March 6, 2012 at 1:38 pm

      Bisa aja mas,, kebetulan teorinya banyak di arsip saya, jadi dari pada nanti berkarat di leptop mending saya bagi aja ke teman-teman, mungkin sja ada yg butuh. hhe.he….😀😀

      Salam kenal dan makasih atas kunjungannya..😀

      • rowmanisme said,

        March 6, 2012 at 1:40 pm

        asal jangan jadi “the next gayus” aja mas🙂

        • dewasastra said,

          March 6, 2012 at 5:00 pm

          Boro-boro jadi gayus… mau jadi PNS saja belum tentu… hhee..he…😀😀

  2. dewasastra said,

    March 7, 2012 at 3:20 am

    gak juga koq… hhe.he..🙂


%d bloggers like this: