Fungsi Fitrah Dalam Pengembangan Kreatifitas Anak

       Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa salah satu fitrah yang melengkapi penciptaan manusia sebagai makhluk yang dilahirkan adalah  membawa potensi dapat dididik dan dapat mendidik. Dengan memiliki potensi dapat  di didik dan mendidik sehingga manusia mampu menjadi khalifah di bumi, pendukung dan pengembang kebudayaan. Karena manusia dilengkapi dengan fitrah berupa bentuk dan wadah yang dapat diisi dengan berbagai kecakapan dan keterampilan yang dapat berkembang, sesuai dengan kedudukan manusia sebagai makhluk  yang mulia. Pikiran, perasaan dan kemampuan manusia berbuat merupakan komponen dari fitrah itu. (Zakiah Dradjat, et a. 1996 :16)

      Manusia telah dilengkapi oleh  Allah dengan anggota-anggota serta bagian-bagian badan  untuk kelestarian kehidupan jiwa. Badan melaksanakan tindakan-tindakan yang digerakkan oleh jiwa dengan cara-cara tertentu. Bekerjanya jiwa pada berupa penggunaan fungsi-fungsi kejiwaan yang bukan mental, sedangkan bekerjanya jiwa dalam sistem syaraf dan pikiran berupa pengerahan kekuatan-kekuatan kejiawaan bersifat gerakan mental.

       Menurut  John Amos Comenius, manusia mempunyai tiga komponen jiwa yang menggerakkan  aktivitas  jiwa raga. Tiga komponen jiwa tersebut meliputi; saraf pertumbuhan, perasaan, dan intelek. Oleh karena itu, dikatakan manusia mempunyai tiga sifat dasar, yaitu; (1) sifat biologis (tumbuh-tumbuhan); (2) sifat hewani; (3) sifat intelektual, dimana dengan sifat ini manusia mampu menemukan yang benar dan salahnya sesuatu, dapat membedakan yang baik dan buruknya objek, serta dapat mengarahkan keinginan dan emosinya. (Wasti Soemanto. 2006:11)

       Sifat intelektual yang dimiliki manusia  tidak dibawa sejak lahir, sebab yang ketika manusia dilahirkan yang dibawa oleh manusia hanyalah wadah dari intelektual tersebut, yaitu berupa akal. Akal manusia tidak akan berfungsi secara maksimal apabila di isi dengan dengan ilmu pengetahuan. Dan apabila akal manusia telah terisi dengan ilmu pengetahuan, maka munculah sifat intelektual tersebut, dimana manusia dapat membedakan yang baik dan yang buruk dan sebagainya. Oleh karena itu, manusia dibekali Allah dengan fitrah dapat dididik dan mendidik. Dengan fitrah tersebut sehingga melahirkan proses pendidikan.

       Pendidikan, dalam Islam mempunyai tujuan yang luas dan dalam, yaitu untuk menumbuhkan pola kepribadian manusia yang utuh melalui latihan kejiwaan, kecerdasan otak, penalaran, perasaan dan indra.  Pendidikan harus melayani pertumbuhan manusia dalam semua aspek, baik aspek spiritual, intelektual, imajinasi, jasmaniah, maupun aspek ilmiah. Dan pendidikan mendorong aspek-aspek tersebut  ke arah keutamaan serta pencapaian kesempurnaan hidup.(Uhbiyati.1998:62)

      Salah satu faktor yang menentukan terwujudnya tujuan pendidikan adalah melalui kegiatan belajar. Dan dengan belajar tersebut manusia memperoleh pengalaman. Pengalaman belajar  meliputi aspek-aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Belajar merupakan kegiatan yang dinamis, karena itu wajar bahwa pengetahuan, keterampilan, dan sikap seseorang menjadi berkembang.  Jadi, pada dasarnya bahwa dengan fitrah dapat di didik dan mendidik manusia akan memperoleh ilmu pengetahuan serta keterampilan (sifat intelektual) yang bermanfaat dalam kehidupannya.

     Berdasarkan penjelasan tersebut di atas, maka dapat dipahami bahwa salah satu fitrah manusia  adalah sebagai makhluk educandum (makhluk yang memerlukan pendidikan). Dengan fitrah tersebut, sehingga semua manusia membutuhkan pendidikan untuk memperoleh ilmu pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan wawasan. Dan dengan ilmu pengetahuan serta keterampilan  dimilikinya sehingga manusia dapat berbuat untuk kehipannya. Kaitannya  dengan fungsi untuk pengembangan kreativitas anak, maka program pendidikan   adalah usaha untuk menumbuhkan daya kreativitas anak, melestarikan nilai-nilai ilahi dan insani, serta membekali anak didik dengan kemampuan produktif. Dapat dikatakan bahwa fitrah merupakan potensi dasar anak didik yang dapat menghantarkan pada tumbuhnya daya kreativitas dan produktivitas, serta komitmen terhadap nilai-nilai Ilahi dan insani.

        Dengan demikian bahwa fitrah manusia sebagai makhluk educandum, dapat berfungsi untuk mengembangkan daya kreativitas dan produktivitas anak  Sebab, dengan fitrah tersebut  anak memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan yang kemudian ilmu pengetahuan dan keterampilan tersebut akan melahirkan daya cipta dan kreativitas  anak. Pendidikan sebagai fitrah manusia (anak) dapat dilakukan tidak terbatas hanya melalui sekolah, tetapi juga  pendidikan diluar sekolah yang lingkungan keluarga dan masyarakat.

Ngintip Tetangga:

Weekly Photo Challenge : Distorted

Mengambil Hikmah dan Pelajaran dari Kedengkian Orang

Menjaga Kelestarian Hutan

Verifikasi Akun Jejaring Sosial, Apa dan Bagaimana Prosesnya

Fenomena Alam Gravitasi Yang Aneh

9 Fenomena Alam 2012

6 Comments

  1. March 4, 2012 at 7:47 am

    selamat berkreativitas🙂 salam kenal,,

  2. March 5, 2012 at 1:46 am

    Sudah diajarkan dalam agama Islam bahwa bayi yang baru lahir seperti layaknya kertas putih, mau ditulis apa itu terserah orang tuanya. Itu sudah mengindikasikan bahwa manusia, dalam hal ini bayi hingga dewasa membutuhkan yang namanya pendidikan. Betul, kan?

  3. March 11, 2012 at 7:15 am

    […] Fungsi Fitrah dalam pengembangan kreatifitas anak […]

  4. March 11, 2012 at 5:21 pm

    […] dan salah, dibandingkan dengan makhluk lain. Potensi tersebut merupakan fitrah manusia [baca juga: fungsi fitrah] yang diberikan unsur ruh oleh Allah. Sehingga siapapun manusia, orang yang jahat sekalipun tetapt […]


%d bloggers like this: