Tahap dan Proses Kreatifvitas

1. Tahap-Tahap Kreativitas

Kerja kreatif meminta menggunakan dan menyeimbangkan tiga kemampuan -sintetik, analisis dan praktikal- yang semuanya bisa dikembangkan. Kemampuan sintetik mampu membangkitkan ide baru dan menarik. Seringkali seorang kreatif memiliki partikel berpikir sintetik yang bagus menghubungkan antara sesuatu dengan hal lain dengan spontan. Tipikal kemampuan analisis mempertimbangkan berpikir kritik, keterampilan analisis dan ide evaluasi. Setiap orang kreatif memiliki ide menganalisis peristiwa baik dan buruk. Kemampuan mengembangkan analisis pikirannya memungkinkan mengejar ide jelek menjadi bagus. Menggunakan kemampuan analisis mengeluarkan implikasi ide kreatif dan test. Kemampuan praktikal ialah kemampuan menerjemahkan teori ke praktek dan ide-ide abstrak kepada kecakapan praktikal. Implikasi dari penanaman teori kreatif ialah memiliki ide yang sangat bagus tetapi mereka tidak bisa menjualnya. Orang kreatif menggunakan kemampuannya meyakinkan orang lain bahwa idenya bisa diterapkan.

Dalam proses berlangsungnya kreativitas, maka menurut Graham Wallas menjelaskan beberapa tahap sebagai berikut;

  1. Tahap pertama, yaitu tahap persiapan (preparation). Pada tahap ini ide datang dan timbul dari berbagai kemungkinan. Namun biasanya ide itu berlangsung dengan hadirnya suatu keterampilan, keahlian, atau ilmu pengetahuan tertentu sebagai latar belakang atau sumber dari mana ide itu lahir.
  2. Tahap kedua, yaitu Inkubasi (incubation). Dalam pengembangan kreativitas, pada tahap ini diharapkan hadirnya suatu pemahaman serta kematangan terhadap ide yang timbul. Berbagai teknik dalam menyegarkan dan meningkatkan kesadaran itu, seperti meditasi, latihan peningkatan kreativitas, dapat dilangsungkan untuk memudahkan “perembetan”, perluasan, dan pendalaman ide.
  3. Tahap tiga, yaitu iluminasi (illumination). Pada tahap ini terjadi komunikasi terhadap hasilnya dengan orang yang signifikan bagi penemu, sehingga hasil yang telah dicapai dapat lebih disempurnakan lagi.
  4. Tahap empat, verfikasi (verification). Perbaikan dari perwujudan hasil tanggung jawab terhadap hasil menjadi tahap akhir dari proses ini. Dimensi dari perwujudan  karya kreatif dari proses ini. Dimensi dari perwujudan karya kreatif untuk diteruskan kepada masyarakat yang lebih luas setelah perbaikan dan penyempurnaan terhadap karyanya itu berlangsung. (Conny R. Semiawan, 1998)

2. Proses Kretivitas

Menurut Sri Utami Munandar, guru besar Fakultas  Psikologi Universitas Indonesia, konsep dan pengembangan kreativitas bisa dilakukan dengan bertitik tolak pada apa yang ia namakan pendekatan 4 P, yakni pribadi, pendorong, proses dan produk. Aspek pribadi menekankan pada pemahaman anak adalah pribadi yang unik. Oleh karenanya, pendidik haruslah menghargai bakat dan minat yang khas dari setiap anak. Itu berarti, anak perlu diberi kesempatan dan kebebasan mewujudkannya. Kreativitas juga dapat ditinjau dari aspek pendorong, yakni suatu  kondisi yang memungkinkan anak berprilaku kreatif. Sedangkan kreativitas sebagai proses lebih menekankan pada pemahaman kemampuan  anak menciptakan sesuatu yang baru, paling tidak menemukan hubungan-hubungan jawaban antarberbagai unsur. Ketiga aspek inilah akhirnya yang menentukan kualitas produk kreativitas.8

Mendefinisikan kembali problem, secara esensi adalah pelepasan orang itu sendiri dari belenggu pikirannya. Proses ini adalah bagian dari sintetik berpikir kreatif, yaitu bertanya dan menganalisis asumsi. Orang kreatif mempertanyakan asumsi  dan   secepatnya    memimpin   orang   lain   melakukan   hal  yang  sama itu. Mempertanyakan  asumsi adalah bagian melibatkan berpikir analisis kreativitas. Dengan tidak berasumsi bahwa ide kreatif menjual diri mereka, murid-murid membutuhkan belajar bagaimana mempengaruhi orang lain menyangkut nilai dari gagasan mereka. Menjual ini bagian aspek praktikal dari berpikir kreatif.   Mendorong menghasilkan ide. Orang kreatif mendemonstrasikan gaya berpikir seorang suka menghasilkan ide. Murid membutuhkan pengetahuan banyak ide agar lebih baik dari yang lain. Guru dan murid harus bekerjasama mengidentifikasi dan mengenal aspek kreatif dari ide yang dihadirkan.

Mengenal pengetahuan sebagai dua tepi pedang dan sesuai aksi. Murid-murid dikenalkan dengan proses belajar dua arah, berpusat pada guru dan murid. Guru mempunyai banyak cara belajar dari siswa seperti mereka juga harus belajar darinya. Mendorong siswa mengidentifikasi dan mengatasi rintangan. Kreativitas berlangsung lama, agar nilai atau ide kreatif dikenal dan dihargai.   Mendorong berpikir sehat untuk mengambil resiko. Apakah mengatasi rintangan itu harus berakhir? Kapankah menanggung resiko itu sebagai salah satu yang disadari bahwa diantara mereka tidak akan bekerja. Itulah harga kerja kreatif    Mendorong toleransi ambigu. Mendorong tolerasi ambigu berupa baik dan buruk. Termasuk pemikiran, dan perbuatan mempunyai dua dimensi hitam-putih. Membantu siswa membangun (keyakinan meraih sukses) self-efficacy. Semua siswa    mempunyai    kapasitas   berkreasi  terhadap   pengalaman,   kelompok  yang menyenangkan membuat sesuatu yang baru. Caranya pertama memberi dasar yang kuat untuk reativitas.   Membantu siswa menemukan cinta terhadap perbuatannya. Menemukan apa yang dicintainya untuk dikerjakan.

Mendorong siswa melakukan penampilan kerja yang bagus. Mengajarkan siswa pentingnya menunda kepuasaan. Bagian dari berbuat kreatif itu berarti mengerjakan sesuatu yang penting dikerjakan dalam suatu proyek dalam jangka waktu yang lama, tanpa cepat-cepat berharap mendapatkan hadiah (reward). Memelihara lingkungan agar secepatnya kreatif. Meskipun sering memperoleh sukses atau didalamnya membuat kesalahan, maka sekolah seringkali tidak memaafkan. Selayaknya bisa selesai pada waktu itu. Dari nilai yang ditanam, maka seorang kreatif membeli rendah dengan menghadirkan ide unik dan mencoba meyakinkan, meningkatkan kesadaran nilai yang ditanamkan kepada orang lain. Orang kreatif menjual tinggi hilangnya ide dan berubah ke ide lain. Tipikal kreatif menginginkan orang lain mencintai ide mereka. Tetapi sorak-sorai segera secara umum terhadap ide, biasanya bukanlah indikasi partikel kreatif. Kreatif ialah banyaknya memutuskan suatu sikap dalam ruangan hidup yang berkenaan pada kemampuan. Kreatif sering ditemukan pada anak-anak kecil  muda, sebelum umur 7-8 tahun, tetapi  sangat sukar ditemui pada anak-anak kecil tua dan remaja sebab potensi kreatifnya telah ditekan oleh sosial mendorong kompromi intlektual. (Ena Nakiah, 2000)

1 Comment

  1. March 11, 2012 at 7:15 am

    […] Tahap dan proses kreatiftas […]


%d bloggers like this: