Informasi Baru; Perkembangan Motivasi Belajar

Telah kita bahas sebelumnya mengenai pengertian motivasi belajar.. untuk melengkapi pemahaman kita mengenai Motivasi belajar, pada artikel kali ini, bersama kita akan membahas mengenai Perkembangan Motivasi belajar itu sendiri.. What is development? apa itu perkembangan ??? what is motivation ?? Apa itu motivasi ??I don’t know kali’ yeee ???😛

Kata Si Bule, “

Motivation is defined as the process that initiates, guides and maintains goal-oriented behaviors. Motivation is what causes us to act, whether it is getting a glass of water to reduce thirst or reading a book to gain knowledge. It involves the biological, emotional, social and cognitive forces that activate behavior. In everyday usage, the term motivation is frequently used to describe why a person does something. For example, you might say that a student is so motivated to get into a clinical psychology program that she spends every night studying…. YYeeeeaaaah That’s Right aja deh… (padahal g’ ngerti) hhe..😀😀

Versi indonesia mengatakan bahwa motivasi adalah sesuatu yang menyebabkan seseorang bergerak atau bertindak.. hhhmmm,,, benar ga’ yahh ?????

Oke.. Sob, menurut teori yang ane tahu, dan yang ane pernah baca “Motivasi menjadi motif bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan perlunya, motivasi akan merupakan perubahan energi dalam diri manusia yang dilatarbelakangi oleh  perkembangan. Oleh karena motivasi itu berhubungan dengan kejiwaan, gejalanya merupakan perangsang, emosi kesemuanya ini bertindak melakukan sesuatu, oleh karena adanya sesuatu yang diinginkan dibutuhkan yang menjadi motif tujuan.

Motivasi prestasi adalah serangkaian usaha dalam menyediakan kondisi agar seorang ingin melakukan sesuatu. Kegiatan belajar dapat memberikan arah pada kegiatan-kegiatan yang diusahakan untuk mencapai prestasi setiap individu atau kelompok, siswa yang menimbulkan gairah merasa senang dan merasa bersemangat belajar dengan motivasi yang dimiliki kuat akan memperoleh prestasi yang lebih baik.

Perkembangan dan kemajuan memang hal suatu yang menjadi idaman bagi setiap individu, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu manusia-manusia sangat dibutuhkan, manusia yang berprestasi, karena manusia yang lebih baik adalah manusia yang bermanfaat yang memiliki ilmu yang berguna, serta dapat diamalkan.

Manusia yang berprestasi menurut bidang ilmu yang ditekuninya atau keterampilan yang dimiliki, baru dikatakan berhasil manakala dapat diamalkan dan bermanfaat terhadap sesama manusia dan membawa kemajuan bangsa sebagai warga negara.

Untuk mencapai prestasi belajar bagi siswa sangat penting, bagaimana guru menciptakan kondisi tertentu sehingga siswa atau yang dididik itu selalu merasa sebagai suatu kebutuhan dan selalu ingin terus belajar, dorongan seseorang melakukan suatu aktivitas, kebutuhan-kebutuhan yang lebih menekankan pada mekanisme pembawaan biologis, dengan adanya pengaruh kebudayaan kehidupan dalam masyarakat.

Pandangan kehidupan adalah menyangkut perkembangan yang mengarah pada pola-pola kebudayaan, kehidupan yang menunjuk pada adanya dorongan aktivitas untuk meraih prestasi.

Dengan adanya pengaruh perkembangan budaya manusia, sehingga manusia lebih cenderung merumuskan dalam bentuk stimulus, hubungan yang akan memunculkan suatu aktivitas. Sebagai contoh yang akan dikemukakan oleh S. Nasution sebagai motivasi prestasi yaitu :

Pemain bulu tangkis berlatih berjenjang lamanya setiap hari untuk menghadapi Pertandingan internasional. Pelajar menjaring dirinya dalam kamar untuk menyiapkan diri menghadapi ujian.[1]

Kegiatan manusia tidak lain dilakukan hanya untuk meraih prestasi, prestasi dapat dikatakan meningkat apabila mencapai hasil yang baik dari sebelumnya dalam suatu kegiatan. Dalam diri manusia selalu ada kebutuhan untuk mencapai hasil yang lebih baik, sehingga motivasi selalu muncul untuk suatu perbaikan prestasi hail yang dicapai.

Hasil yang baik dalam pekerjaan adalah yang disertai dengan pujian, merupakan dorongan bekerja dengan giat, manakala kurang pujian maka kegiatan akan berkurang, dalam belajar mengajar istilahnya perlu dikembangkan unsure reinforcement. Pujian atau reinforcement ini harus selalu dikaitkan dengan prestasi yang baik.[2]

Perbuatan mengandung arti tersendiri bagi si anak, manakala mencapai prestasi pada kegiatan belajar, pekerjaan itu berhasil dalam menciptakan kondisi atau suatu proses yang mengarahkan siswa melakukan aktivitas belajar, dalam hal ini gurulah yang melakukan peranan melakukan usaha-usaha yang menumbuhkan motivasi serta memberikan upaya anak yang akan dididiknya, melakukan aktivitas belajar dengan baik adalah keberhasilan anak didik dan merupakan prestasi yang dicapai, anak didik meraih prestasi berarti pada prinsipnya guru ikut meraih prestasi, sebagai pengajar yang mendidik mendapat pujian dari masyarakat dan pemerintah.

Munculnya guru teladan karena adanya prestasi yang dicapai pada suatu jenjang pendidikan, karena sukses dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik, hal ini dapat diperoleh data dari kenyataan anak yang dididik dan banyak lagi prestasi yang menonjol sebagai prestasi.

Dalam memberikan informasi tentang perkembangan motivasi prestasi perlu dikemukakan karakteristik motivasi yang ada pada diri setiap individu, adapun ciri -ciri  yang dimaksud adalah :

  1. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai).
  2. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa) tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasi y dicapai).
  3. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah “untuk orang dewasa” misalnya masalah pembangunan agama, politik, ekonomi, pemberantasan korupsi, penentang setiap tindakan kriminal, amoral dan sebagainya.
  4. Lebih senang bekerja sendiri.
  5. Cepat bosan terhadap tugas-tugas  sendiri (hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja sehingga kurang kreatif).
  6. Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu).
  7. Tidak mudah melepaskan hal yang sudah diyakini itu.
  8. Senang mencari masalah -masalah dan soal-soal.[3]

Perkembangan motivasi perlu dibangkitkan terhadap murid atau siswa pada kesanggupan kreatif dengan menghubungkan kebutuhan dengan pekerjaan, sehingga menarik minat anak, hal ini dikembangkan melalui motivasi di sekolah.

Guru sedapat mungkin menggunakan bermacam-macam motivasi    yaitu :

  1. Motivasi memberi angka yaitu banyak anak yang berusaha keras belajar untuk mengejar angka, dan itulah yang menjadi motivasi.
  2. Motivasi hadiah, motivasi ini memang dapat membangkitkan gairah bagi orang yang berbakat, tetapi yang tidak mempunyai harapan untuk memperoleh, olehnya itu tidak selamanya cocok untuk digunakan.
  3. Motivasi saingan, untuk mencapai prestasi yang baik di sekolah, motivasi ini mempertinggi hasil belajar, baik antar individu maupun antar kelompok.
  4. Hasrat untuk belajar, untuk mempelajari sesuatu sedapat mungkin ada hasrat yang dimaksud, sehingga akan mendapatkan hasil yang lebih baik.
  5. Ego-ivolment, tanpa merasa penting suatu tugas sebagai suatu tantangan mempertaruhkan diri sebagai peraih hasil yang lebih baik demi menjaga harga diri.
  6. Sering memberi ulangan, untuk menggalakkan anak belajar maka di dalam ulangan, yang memotivasi murid untuk giat belajar.
  7. Motivasi mengetahui hasil, untuk meningkatkan kegiatan belajar, memperbesar minat diharapkan memperoleh sukses.
  8. Kerjasama motivasi ini mempertinggi kegiatan belajar pada mata pelajaran manakala terbentuk kelompok stud, atau kelompok-kelompok belajar.
  9. Tugas yang “Challenging” memberi anak kesempatan untuk mendapatkan sukses dengan memberi tugas sesuai dengan kesanggupannya.
  10. Motivasi pujian, pujian ini lebih baik manfaatnya dari pada celaan dan hukuman, karena dapat menyenangkan dan mempertinggi harga diri.
  11. Teguran ancaman
  12. Sarkasme dan celaan motivasi ini tidak cocok dipakai oleh seorang pendidikan
  13. Motivasi hukuman
  14. Standar atau taraf aspirasi, motivasi ini kadang-kadang efektif dan kadang-kadang merusak.
  15. Motivasi minat, ini menentukan kegiatan belajar mengajar lancar atau gagal, minat ini berkaitan dengan kebutuhan, pengalaman yang lampau, sesuai dengan kesanggupan anak atau siswa, menggunakan macam metode belajar.
  16. Motivasi suasana yang menyenangkan, dalam belajar senantiasa merasa senang, aman menimbulkan motivasi belajar.
  17. Tujuan yang diakui, manakala tujuan itu berarti dan berharga bagi anak maka ia akan berusaha untuk mencapainya.
  18. Motivasi petunjuk singkat.[4]

Kesemuanya bentuk motivasi ini perlu dimiliki oleh setiap seorang guru pendidik di sekolah untuk menyesuaikan pengoperasiannya terhadap anak didik yang memang bermacam-macam tingkat sosialnya, guru yang memiliki perbendaharaan motivasi dalam belajar dan dapat menggunakan motivasi yang seharusnya digunakan, pendidik yang demikian akan berhasil dalam mengajar, karena memang motivasi itu memegang peranan dalam seluruh aktivitas manusia baik sifatnya maupun instrik maupun bersifat ekstrinsik.


[1] Hasibun Dip, at.el, Proses Belajar Mengajar (Cet. II Bandung: Remaja Rosda Karya, 1986), hal. 79.

[2] Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar Pedoman bagi guru dan calon guru (Cet. III; Jakarta:Rajawali, 1990)., hal 79.

[3] Ibid., hal 82-83.

[4] Disadur dari Didaktik Asas-Asas Mengajar, hal. 81-85.

1 Comment

  1. March 7, 2012 at 3:44 am

    […] Perkembangan Motivasi Belajar […]


%d bloggers like this: