Syair Terjemahan Prasasti Petelia

Di sebelah kiri rumah Hades akan kau temukan mata air,

Dan di dekatnya tegaklah pohon Cemara Putih.

Jangan kau dekati mata air ini.

Namun harus kau temukan mata air lain di dekat Danau Ingatan,

Air sejuk memancar senantiasa, dan ada para pengawal di mukanya.

Katakanlah: “Aku Putera Bumi dan Langit penuh Bintang;

Namun aku bangsa langit (saja). Dan kau tahu siapa dirimu.

Dan lihatlah, aku sengsara karena haus dan akan binasa.

Cepatlah beri aku air sejuk yang memancar dari Danau Ingatan.”

Dan dengan sukarela mereka akan mengizinkanmu minum dari mata air suci,

Dan sesudahnya kau akan berjaya di antara para pahlawan lainnya.

Prasasti Petelia merupakan salah satu prasasti Orphis yang ditemukan dalam pusara-pusara batu, untuk memberikan petunjuk kepada jiwa orang mati bagaimana menemukan jalan di alam arwah, dan apa yang harus dikatakan untuk menunjukkan bahwa jiwa itu patut mendapatkan pembebasan. Prasasti-prasasti tersebut banyak yang telah pecah dan tak lengkap.

Prasasti lain mengungkapkan ;……. “Berjayalah, Engkau yang telah menanggung derita….. dari manusia Engkau menjadi Dewata.”    Dan pada Prasasti lain lagi dikatakan; ………”Engkau yang bahagia dan Diberkati, engkau menjadi dewa dan tak ‘kan binasa.”

Lubuk air yang airnya tak boleh diminum oleh jiwa adalah Lethe, yang bisa menyebabkan lupa; mata air lainnya adalah Mnemosyne yang membangkitkan ingatan. Di alam arwah, jika jiwa memperoleh pembebasan maka jiwa tak akan lupa, justeru sebaliknya akan memiliki ingatan luar biasa.

Kaum Orphis adalah sekte yang asketis; bagi mereka anggur hanyalah perlambang, seperti halnya dalam sakramen Kristiani di masa kemudian. Kemabukan yang mereka cari adalah yang berupa “antusiasme”, ialah persatuan dengan dewa. Dengan cara ini mereka percaya bisa memperoleh pengetahuan mistik yang mustahil didapat dengan cara-cara lain yang lazim. Unsur mistik ini merasuki filsafat Yunani lewat Pythagoras, yang merupakan seorang pembaharu Orphisme, seperti halnya Orpheus adalah pembaharu agama Bacchus. Dari Pythagoras unsur-unsur Orphis itu merasuki filsafat Plato, dan dari Plato merasuk ke sebagian besar filsafat selanjutnya yang kurang-lebih bercorak religius.

Oleh : Bertrand Russel

%d bloggers like this: