Satu lagi Tentang Kecerdasan Spritual

Selama ini ukuran kecerdasan selalu dilihat dari paradigma intelegensi (IQ). Kecerdasan seseorang bisa dilihat dari hasil tes. Angka-angka memainkan peranan penting dalam penilaian siswa. Efeknya siswa yang merasa IQ-nya rendah merasa minder dengan siswa lain yang memiliki IQ tinggi. ketika berbicara tentang kecerdasan, setidaknya hal ini terkait dengan sistem pendidikan. untuk melihat sistem pendidikan negara, kita perlu melihat sejarah. Sistem pendidikan kita selama ini banyak mengadopsi sistem barat. ketika belanda mendirikan lembaga pendidikan, langsung atau tidak langsung membawa budaya dan nilai Eropa. Di Indonesia, nilai tersebut ada yang bisa diadopsi dan ada juga yang perlu ditolak. hal ini dikarenakan perbedaan latar belakang budaya Indonesia dengan bangsa Eropa. dalam hal pendidikan, bangsa Eropa lebih menekankan pada Kecerdasan Intelektual (IQ). Efeknya kecendrungan untuk menilai sesuatu dilandaskan pada rasio saja, tanpa melihat pertimbangan-pertimbangan lain. Read the rest of this entry »

Kecerdasan Intelektual vs Kecerdasan Emosi

Ada sebuah cerita tentang perbedaan pemahaman tentang tipologi kecerdasan yang dijelaskan dengan lugas dalam sebuah buku best seller. Seorang Ibu kepala sekolah menengah sedang membacakan nama-nama siswa yang tergolong pintar dalam yudisium di sekolahnya. Seorang siswa tiba-tiba bertanya, “Ibu siapakah yang lebih pintar, Albert Enstein atau Mike Tyson? Rudi Hartono atau B.J Habibie?”. Kepala sekolah itu tidak saja kaget, tetapi juga marah. Dengan suara tegas dan berapi-api, ia berkata di depan pengeras suara, “Mana mungkin Mike Tyson yang kerjanya hanya memukul orang dibandingkan dengan Enstein yang menemukan hukum relativitas. Apalagi membandingkan Rudy Hartono dengan B.J. Habibie”, lanjutnya. Penjelasan sederhananya seperti ini, mana yang lebih diperlukan ketika seseorang mengalami kecelakaan dengan cedera berat dikepalanya : seorang perawat lulusan akademi perawatan ataukah seorang guru besar dan pakar ekonomi lulusan universitas luat negeri ? (Taufiq Pasiak, 2002). Read the rest of this entry »

5 Bentuk Kecerdasan Emosional

Goleman mengutip Salovey (2002:58-59) menempatkan menempatkan kecerdasan pribadi Gardner dalam definisi dasar tentang kecerdasan emosional yang dicetuskannya dan memperluas kemampuan tersebut menjadi lima kemampuan utama, yaitu : Read the rest of this entry »

Kecerdasan Emosional

Istilah “kecerdasan emosional” pertama kali dilontarkan pada tahun 1990 oleh psikolog Peter Salovey dari Harvard University dan John Mayer dari University of New Hampshire untuk menerangkan kualitas-kualitas emosional yang tampaknya penting bagi keberhasilan. Salovey dan Mayer mendefinisikan kecerdasan emosional atau yang sering disebut EQ sebagai “himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan memantau perasaan sosial yang melibatkan kemampuan pada orang lain, memilah-milah semuanya dan menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan.” (Shapiro, 1998:8).  Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers

%d bloggers like this: