Aqidah Dalam Ajaran Islam

Di dalam ajaran Islam, pendidikan aqidah merupakan salah satu hal yang sangat fundamental, serta menjadi landasan bagi seseorang di dalam menjalankan ibadah dan melaksanakan amal shaleh. Disinilah perlunya penerapan pendidikan aqidah akhlak secara dini untuk ditumbuhkembangkan dalam kehidupan rumah tangga, sehingga hidup dan kehidupan seseorang dapat menjadi landasan untuk berbuat yang dapat mempunyai nilai ibadah serta beramal yang baik.

Sayyid Sabiq menyatakan, “tujuan hidup menurut pandangan Islam ialah amal shaleh, berbuat kebajikan, bekerja dengan sebaik-baiknya dan menunjukkan karunia Tuhan”.[1]

Dari sudut pandang inilah pendidikan aqidah akhlak  merupakan salah satu kriteria yang harus dicarikan alternatif dalam sistem penerapan dalam rumah tangga yang dengan sendirinya bila pendidikan aqidah akhlak dapat diwujudkan dalam kehidupan rumah tangga, maka akan melahirkan sikap kemandirian yang teguh dan tidak mudah diombang-ambingkan oleh suasana dan kondisi. Sebab pada dasarnya manusia lahir telah membawa aqidah berupa amanah dari Tuhannya yakni aqidah Islam.

Dalam kehidupan manusia dewasa ini, nampaknya masih ada diantara orang-orang Islam itu sendiri yang tidak secara murni dan konsekwen menyembah, masih ada di antara manusia yang meyakini benda memiliki kekuatan ghaib, yang pada akhirnya mereka meminta berkah karena dianggapnya dapat memberikan jalan hidup bagi mereka untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Dengan adanya keyakinan seperti yang disebutkan di atas, menunjukkan bahwa penerapan pendidikan aqidah akhlak seseorang belum mantap. Hal ini perlu pemberian secara dini pendidikan aqidah akhlak terhadap perkembangan anak, khususnya oleh orang tua dalam rumah tangga untuk mampu mencerminkan suasana yang bernilai ibadah dalam pergaulan masyarakat. Dengan demikian diharapkan kepada pelaksana pendidikan aqidah terutama kalangan orang tua dalam rumah tangga agar senantiasa dilaksanakan sejak dini. Sebab, menurut Syekh Muhammad Abduh “Manusia hidup menurut aqidahnya, bila aqidahnya benar maka akan benar pulalah jalan hidupnya dan aqidah itu bisa betul apabila orang yang mempelajarinya dengan cara betul pula”.[2]

Penjelasan di atas menunjukan bahwa manusia, khususnya umat Islam harus senantiasa diarahkan kepada aqidah yang benar yang dilakukan oleh orang tua dalam masyarakat. Dengan demikian kehidupan rumah tangga akan berjalan sebagaimana yang dikehendaki oleh ajaran Islam.

Daftar Pustaka :

 [1] Sayyid Sabiq, Unsur-Unsur Kekuatan dalam Islam, terj. Muhammad Abadi Rathony, (Surabaya, Ahmad Nabhan, 1981), h. 207.

 [2] Syekh Muhammad Abduh, Risalah Tauhid, terj. Firdaus A.N, (Jakarta: Bulan Bintang, 1979), h. 22.

 

Artikel Terkait:

About these ads
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 35 other followers

%d bloggers like this: