Metode Pereda Nyeri Dalam Persalinan

Intervensi Pengendalian Nyeri Non Farmakologis

Terdapat beberapa intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan sebagai pereda nyeri dalam persalinan antara lain :

  • Hidroterapi Get

Hidroterapi Get (mandi Whire Pool) ialah metode non-farmakologis yang dipakai untuk memberikan rasa nyaman dan rasa rileks selama persalinan walaupun metode ini tidak diterima atau diterapkan secara universal. Beberapa manfaat dapat diperoleh dari teknik ini. Bebas dari rasa tidak nyaman dan relaksasi tubuh, secara umum membuat kecemasan ibu berkurang. Berkurangnya rasa cemas akan menurunkan produksi adrenalin sehingga kadar oksitosin(untuk merangsang persalinan) dan endorphin meningkat (untuk mengurangi persepsi nyeri). Selin itu, gelombang dan pukulan ringan air merangsang putting susu (karena hiperstimulasi kontraksi rahim belum terjadi (Aderhold, perry, 1911) ).

  • Distraksi

Distraksi merupakan metode untuk menghilangkan nyeri dengan cara mengalihkan perhatian pasien pada hal-hal lain sehingga pasien akan lupa terhadap nyeri yang dialami. Cara distraksi dapat mengurangi nyeri dapat dijelaskan dengan teori “(Gate Control)”. Pada spina cord, sel-sel reseptor yang menerima stimuli nyeri peripheral dihambat oleh stimuli dari serabut-serabut saraf yang lain. Karena pesan-pesan nyeri menjadi lebih lambat daripada pesan-pesan diversional maka pintu spinal cord yang mengontrol jumlah input ke otak menutup dan pasien merasa nyerinya berkurang (Cummings, 1981). Beberapa teknik distraksi antara lain bernafas secara pelan-pelan, masage sambil bernafas pelan-pelan, atau membayangkan hal-hal yang indah sambil memejamkan mata.

  • Masase

Masase adalah melakukan tekanan tangan pada jaringan lunak, biasanya otot, tendon atau ligamentum, tanpa menyebabkan gerakan atau perubahan posisi sendi untuk meredakan nyeri, merahasiakan relaksasi, dan atau memperbaiki sirkulasi. Masase adalah terapi nyeri paling primitive (lele, dkk,199o:1777) dan menggunakan refleks lembut untuk menahan, dan menggosok atau meremas bagian tubuh yang nyeri.

Simkin (1989) mengamati bahwa efek yang menguntungkan hanya berlangsung selama masase diteruskan ketika dihentikan nyeri bertambah. Kerugian ini diakibatkan oleh proses adaptasi, yaitu sistem saraf menjadi terbiasa dengan rangsangan dan organ perasa berhenti berespon. Dengan demikian, Simkin menganjurkan masase selama persalinan harus dilakukan secara intermitten, seperti penghusukkan punggung yang khususnya hanya dilakukan selama kontraksi, atau bervariasi dalam jenis sentuhan dan lokasi.

  • Stimulasi Saraf Elektronik Per Trankutan

Stimulasi saraf elektronik per transkutansi (Tranicutaneous electrical nerve stimulation (TENS)) efektif akibat adanya efek plasebu. Implementasi TENS dapat menstimulasi izekposan apiate endogen (enkephalin) pada tubuh wanita sehingga rasa tidak nyaman yang dirasakan wanita tersebut mereda (Scott, dkk, 1990).

Penggunaan TENS tidak beresiko, baik bagi ibu maupun bagi janin. TENS digunakan untuk menurunkan atau menghilangkan penggunaan analgesin dan menaikkan perseposi wanita tentang kemampuan mengontrol rasa nyeri.

About these ads
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers

%d bloggers like this: