Pendidikan Sebagai Kebutuhan Dasar

Dalam artikel kali ini saya akan mencoba mengulas sedikit tentang Pendidikan Sebagai Kebutuhan Dasar Manusia. Pada kenyataannya memang benar bahwa Pendidikan Adalah salah satu kebutuhan manusia. Manusia dalam kenyataan hidupnya menunjukkan bahwa ia membutuhkan suatu proses belajar yang memungkinkan dirinya untuk menyatakan eksistensinya secara utuh dan seimbang. Manusia tidak dirancang untuk dapat hidup secara langsung tanpa proses belajar terlebih dahulu untuk memahami jati dirinya dan menjadi dirinya. Dalam proses belajar itu seseorang saling tergantung dengan orang lain. Proses belajar dimulai dengan orang terdekatnya. yang selanjutnya proses belajar itulah yang menjadi basis pendidikan.

Sedikit berbicara mengenai pendidikan, Ngalim M Purwanto (1995) mengungkapkan bahwa pendidikan adalah proses pewarisan nilai dan pengalaman dalam artian positif untuk mengembangkan peserta didik agar memiliki bekal dalam hidupnya baik dalam kehidupan pribadinya maupun kehidupan sosialnya. Pendidikan, baik formal maupun nonformal, adalah sarana untuk pewarisan kebudayaan. Setiap masyarakat mewariskan kebudayaannya kepada generasi yang lebih kemudian agar tradisi kebudayaannya tetap hidup dan berkembang, melalui pendidikan. Pendidikan dapat diartikan segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan.

Dalam kehidupan modern seperti sekarang ini, produk pendidikan sering hanya diukur  dari perubahan eksternal yaitu kemajuan fisik dan material  yang dapat meningkatkan pemuasan kebutuhan manusia. Masalahanya adalah bahwa  manusia dalam memenuhi kebutuhan sering bersifat tidak terbatas, bersifat subyektif yang sering justru dapat menghancurkan harkat kemanusiaan yang paling dalam yaitu kehidupan rohaninya.

Produk pendidikan berubah menghasilkan manusia yang cerdas dan terampil untuk melakukan pekerjaannya, tetapi tidak memiliki kepedulian dan perasaan terhadap sesama manusia. Ilmu pengetahuan yang dikembangkan menjadi instrumen kekuasaan dan kesombongan untuk memperdayai orang lain, kecerdikannya digunakan untuk menipu dan menindas orang lain, produk pendidikan berubah menghasilkan manusia yang serakah dan egois.

WCPTTRTGMY5U

About these ads

5 Comments

  1. March 10, 2012 at 9:48 am

    Itu semua karena gurunya gan…
    Makanya jaman dulu orang berguru kepada Resi, Pertapa atau orang-orang pandai yang hidupnya sudah tidak memiliki ambisi duniawi. Sehingga kebijaksanaan pun didapat. Kalo gurunya hanya memberi ilmu berupa materi, tanpa contoh yang konkrit, hasilnya ya… anda tahu sendiri seperti apa… :)

    • dewasastra said,

      March 10, 2012 at 10:10 am

      benar dan mungkin lebih parah lagi kalau guru sekarang mengajarkan pelajaran yg sebenarnya mereka sendiri tidak mengerti … hhe.. :-)

  2. dwi said,

    March 10, 2012 at 11:14 am

    kadang pendidikan dikalahkan sama uang gan :D

    • dewasastra said,

      March 10, 2012 at 11:17 am

      Ironis memang, tapi kenyataannya ada juga yg seperti itu..

  3. March 23, 2012 at 8:54 pm

    Certainly along 100%. I might uncertainty, for one thing, however consider the idea certainly not worth referfing to.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers

%d bloggers like this: